|
Malam ini ku ambil secarik kertas.
Hati ku ingin menuangkan keindahan selama 5 tahun.
Tapi jemari ku berkata lain “semuanya tak akan muat ditumpahkan di tubuhnya yang hanya selembar itu, ambilah teman ku yang lain agar bisa merasakan indahnya yang kau tulis.”
Tapi tak ku turuti, karena tidak mungkin semua akan ku tulis.
Yang berakhir bukan yang indah, tapi yang buruk sekaligus pahit, bukan manis seperti orang-orang yang mengakhirinya dengan manis.
Ini hanya sekejap untuk ku.
Seperti mengedipkan mata ketika debu menyusup di pinggirannya.
Yang indah hanyalah ketika ia melukiskan nama ku pada awan,
Yang indah hanyalah ketika ia membuat ku tersenyum
Hanya itu, selebihnya tidak indah dan tidak tersenyum.
Inilah rangkuman untuk lima tahun yang lalu yang begitu getir.
