Menyangga Dagu

 Di temani rintik hujan,
Aku menyangga dagu.
Seolah-olah di hadapan ku ada sosoknya.
Dalam angan ku, kita menari di tengah padang hijau.
Hanya berdua.
Meliuk-liuk.
Saling mengejar,dan melempar senyum lebar penuh bahagia.
Tapi aku tersadar, ketika dalam angan ku aku terjatuh.
Sesuatu yang maya melanda hati ku.
Itu hanya angan-angan.
Jiwa ku hampir terlepas,
 ketika hampir 10 jam menyangga dagu.
Jiwa ku hampir terlepas,
ketika tahu ia tak akan hadir lagi.
Menyangga dagu ditemani rintikan hujan,
yang hampir membawa nyawa ku lepas dari raga ku.

0 Responses