|
Kesunyian yang menemani ku,
Semakin terasa dikala ku menatap wajahnya,
Semua terdiam,
Seolah-olah mulutnya terkunci,
Tak satupun memberi senyum manis ,
Tak satupun membuka mulutnya tuk sekedar basa basi,
Semua geram menatap kearahku,
Mereka yang menyangka ku membunuhnya,
Mereka yang membenci kedatanganku untuknya
Dan,
Mereka pula yang meributkan peninggalannya,
Jasadnya belum dipendam,
Jasadnya belum terbungkus,
Jasadnya masih terbaring kaku,
Tak satupun hati mereka tergugah tentang apa yang ada dihadapannya,
Tak satupun.
Tak satupun kurasa mereka punya hati.
Tak satupun.
